Kemerdekaan Sebagai Hak Untuk Menentukan Nasib Sendiri (“Right To Self-Determination) Dalam Perspektif Hukum Internasional (Studi Kasus Terhadap Kemerdekaan Kosovo)

Oleh:

Andrey Sujatmoko[1]

Download 

Abstract

 

International law recognizes that all peoples have the right to self-determination.  Independence of peoples from colonialism and alien authority in order to determine their political status is manifestation of this right. According to international law, this right can only use once and it cannot be applied to the peoples who already organized in a state which is not under the colonialism and alien authority. In the case of independence of Kosovo, some questions can be proposed, among others, i.e.: how does international law regulate the issue of the right to self determination?; how is legality of the independence of Kosovo according to international law?; should other states recognize the Kosovo as a new state?; how does international law regulate the issue of recognition of a new state?. This article will try to answer (shortly) those questions base on international law perspective.

 

A.   Pengantar

Pada tanggal 17 Februari 2008 yang lalu dunia dikejutkan oleh deklarasi kemerdekaan Kosovo secara unilateral. Mengapa mengejutkan? Paling tidak, hal itu disebabkan oleh dua hal mendasar, pertama, Kosovo secara teritorial merupakan bagian dari negara Serbia yang eksistensinya dan keabsahannya telah diakui oleh komunitas internasional; kedua, secara teori, pendirian negara di dalam negara tidak dimungkinkan, karena hal ini akan bertentangan dengan hukum internasional. Deklarasi kemerdekaan tersebut kemudian menimbulkan polemik, bahkan memicu persoalan baru yang tidak kalah rumitnya.

Read the rest of this entry »

Advertisements